Bismillah
Kali ini gue mau cerita yang ringan aja.
Banyak temen - temen ngasih saran secara tersirat buat nulis tulisan ini.

Makna pilihan itu kentel banget sama kehidupan.
Karena kehidupan terdiri dari gabungan pilihan - pilihan yang menyatu menjadi sebuah perjalanan.
Kalian harus punya prinsip, jangan cuma ingikutin orang lain. Kita sendiri yang menentukan arah perjalanan kita masing - masing. Yakan itu hidup diri lo sendiri bukan orang lain.
Kejauhan kali ya kalo bahas menentukan pilihan jodoh sekarang, heu. Tapi gapapa sih kalo ada yang habis lulus langsung ke KUA.
Buat kalian yang mau menentukan pilihan, mungkin perguruan tinggi atau universitas, jurusan atau prodi, dan apapun itu... catet kata - kata gue kali ini. Kalian harus bisa milih mana yang kalian butuhkan atau yang kalian inginkan.
KBBI ala - ala
___________________________________________
butuh /bu●tuh/ v (verba/kata kerja) sangat perlu.
membutuhkan /mem●bu●tuh●kan/ v memerlukan.
ingin adv hendak; mau.
menginginkan /meng●i●ngin●kan/ v menghendaki; mengharapkan.
___________________________________________
Jelas beda kan artinya.
Kalian bisa resapi dan pahami makna nya sendiri, UN nya ambil Bahasa Indonesia kan?
Apa hubungannya, Lis? Gaada. Ok thank u, next.
Ini pengalaman gue pribadi dan mau sharing aja ke kalian yang siapa tau aja berguna.
Gue pengen banget jadi psikolog, itu dari SMP. Mungkin kalian ada yang punya cita - cita juga dari kecil. Oiya, gue mulai belajar psikologi dari kelas 7, lewat baca - baca buku basic psikologi yang beli di Gramedia. Agak aneh sih kelas 7 baca buku begituan. But it's make you different and unique, stay to be yourself. Selagi itu bermanfaat dan ga merugikan orang lain, kenapa engga?
Ya suka aja gitu sama dunia psikologi, suka buat orang lain bahagia, suka memahami perasaan orang lain, tapi ga paham sama perasaan sendiri, hadu. Entah mungkin juga gara - gara faktor gue seorang empath yang alakadarnya.
Gue pun beranjak dewasa dan tetep masih tertarik sama dunia psikologi. Walaupun agak linjur (lintas jurusan) juga shay secara anak IPA (Ilmu Pengetahuan Amburadulambeseur). Tapi oh tapi, my lovely queen a.k.a my moms menyarankan untuk ke dunia penerbangan yang secara gue udah eneg dari lahir bahkan sebelom lahir udah ngeliatin pesawat terbang terus landing, terus terbang lagi, terus landing lagi. Nolak habis - habisan dong, "Aku tuh eneg, Ma. Bosen ngeliatin pesawat. Mama ga bosen apa? Ugh."
Berbagai cara pun gue lakuin untuk meluluhkan hati Ibu negara. Nihil udah pokoknya nihil. Tetep aja kekeh buat ke penerbangan yang katanya udah menjamin masa depan. Kalo kamu berani jamin masa depan aku engga? Hehe.
Notes: Yang belom baca salah satu tulisan di blog ini, "Jangan Mengejar Surga Terlalu Jauh" saran gue baca dulu deh.
Lama - lama gue sadar. Orang tua lo minta apa aja sih dari kalian? Mana kita udah sering nyusahin mereka, buat mereka nangis, ngebantuin juga jarang, omongannya pernah dibantah. Kalian harus memikirkan ini. Masa mereka cuma minta masuk ke jurusan tertentu kita nolak. Termasuk durhaka engga sih? Yang salah satu nya tidak melayani mereka.
Iya paham, kita yang ngejalanin bukan orang tua kita, kita yang belajar, kita yang kerja. Iya paham. Coba deh tenangin diri kita dulu. Hirup nafas panjang, tahan lima detik, lalu keluarkan semua ego kalian lewat mulut. Lakuin ini lima kali atau lebih, sampai kalian merasa lebih relax.
Ego yang besar kadang berbahaya, jika bukan pada tempatnya dan jika merugikan orang lain. Entah karena perbuatan atau perkataan kita yang membuat hati orang lain tergores.
Yakinin di dalem diri kalian, Allah udah memperhitungkan semua kejadian di dalam hidup kita, teruntuk kenapa Ibu dan Bapak kalian itu jadi orang tua kalian sekarang. Karena mereka yang paling pantas dan terbaik untuk membimbing dan memahami kita.
Minat gue pribadi terlepas dari baca, nulis, dan psikologi itu ada di olahraga, yang bakat nya tentu mulai dari futsal, bela diri, dan banyak lagi olahraga yang disukai. Tapi gue ga mau tuh masuk jurusan olahraga, apa lagi jadi guru olahraga. Jadi kalian juga harus mikirin prospek kerja atau akhir dan resiko dari segala sesuatu yang kalian pilih itu. Kalo kurang tertarik lebih baik tidak usah ya, ga mesti dari minat bakat itu tuh.
Ya, sama aja kalo suka psikologi ga mesti jadi psikolog, kalo suka kesehatan ga mesti jadi dokter, kalo suka diet ga mesti jadi ahli gizi, kalo suka gambar ga mesti jadi arsitek. Inget.. Kalian harus bisa milih mana yang kalian butuhkan atau yang kalian inginkan. Jangan sampai hati dan pikiran kita buta gara - gara tertutup ego yang bergejolak itu.
Cukup deh sebuah kisah klasik ini dari aku,
Have a nice day!
Kali ini gue mau cerita yang ringan aja.
Banyak temen - temen ngasih saran secara tersirat buat nulis tulisan ini.

Makna pilihan itu kentel banget sama kehidupan.
Karena kehidupan terdiri dari gabungan pilihan - pilihan yang menyatu menjadi sebuah perjalanan.
Kalian harus punya prinsip, jangan cuma ingikutin orang lain. Kita sendiri yang menentukan arah perjalanan kita masing - masing. Yakan itu hidup diri lo sendiri bukan orang lain.
Kejauhan kali ya kalo bahas menentukan pilihan jodoh sekarang, heu. Tapi gapapa sih kalo ada yang habis lulus langsung ke KUA.
Buat kalian yang mau menentukan pilihan, mungkin perguruan tinggi atau universitas, jurusan atau prodi, dan apapun itu... catet kata - kata gue kali ini. Kalian harus bisa milih mana yang kalian butuhkan atau yang kalian inginkan.
KBBI ala - ala
___________________________________________
butuh /bu●tuh/ v (verba/kata kerja) sangat perlu.
membutuhkan /mem●bu●tuh●kan/ v memerlukan.
ingin adv hendak; mau.
menginginkan /meng●i●ngin●kan/ v menghendaki; mengharapkan.
___________________________________________
Kalian bisa resapi dan pahami makna nya sendiri, UN nya ambil Bahasa Indonesia kan?
Apa hubungannya, Lis? Gaada. Ok thank u, next.
Ini pengalaman gue pribadi dan mau sharing aja ke kalian yang siapa tau aja berguna.
Gue pengen banget jadi psikolog, itu dari SMP. Mungkin kalian ada yang punya cita - cita juga dari kecil. Oiya, gue mulai belajar psikologi dari kelas 7, lewat baca - baca buku basic psikologi yang beli di Gramedia. Agak aneh sih kelas 7 baca buku begituan. But it's make you different and unique, stay to be yourself. Selagi itu bermanfaat dan ga merugikan orang lain, kenapa engga?
Ya suka aja gitu sama dunia psikologi, suka buat orang lain bahagia, suka memahami perasaan orang lain, tapi ga paham sama perasaan sendiri, hadu. Entah mungkin juga gara - gara faktor gue seorang empath yang alakadarnya.
Gue pun beranjak dewasa dan tetep masih tertarik sama dunia psikologi. Walaupun agak linjur (lintas jurusan) juga shay secara anak IPA (Ilmu Pengetahuan Amburadulambeseur). Tapi oh tapi, my lovely queen a.k.a my moms menyarankan untuk ke dunia penerbangan yang secara gue udah eneg dari lahir bahkan sebelom lahir udah ngeliatin pesawat terbang terus landing, terus terbang lagi, terus landing lagi. Nolak habis - habisan dong, "Aku tuh eneg, Ma. Bosen ngeliatin pesawat. Mama ga bosen apa? Ugh."
Berbagai cara pun gue lakuin untuk meluluhkan hati Ibu negara. Nihil udah pokoknya nihil. Tetep aja kekeh buat ke penerbangan yang katanya udah menjamin masa depan. Kalo kamu berani jamin masa depan aku engga? Hehe.
Notes: Yang belom baca salah satu tulisan di blog ini, "Jangan Mengejar Surga Terlalu Jauh" saran gue baca dulu deh.
Lama - lama gue sadar. Orang tua lo minta apa aja sih dari kalian? Mana kita udah sering nyusahin mereka, buat mereka nangis, ngebantuin juga jarang, omongannya pernah dibantah. Kalian harus memikirkan ini. Masa mereka cuma minta masuk ke jurusan tertentu kita nolak. Termasuk durhaka engga sih? Yang salah satu nya tidak melayani mereka.
Iya paham, kita yang ngejalanin bukan orang tua kita, kita yang belajar, kita yang kerja. Iya paham. Coba deh tenangin diri kita dulu. Hirup nafas panjang, tahan lima detik, lalu keluarkan semua ego kalian lewat mulut. Lakuin ini lima kali atau lebih, sampai kalian merasa lebih relax.
Ego yang besar kadang berbahaya, jika bukan pada tempatnya dan jika merugikan orang lain. Entah karena perbuatan atau perkataan kita yang membuat hati orang lain tergores.
Yakinin di dalem diri kalian, Allah udah memperhitungkan semua kejadian di dalam hidup kita, teruntuk kenapa Ibu dan Bapak kalian itu jadi orang tua kalian sekarang. Karena mereka yang paling pantas dan terbaik untuk membimbing dan memahami kita.
Minat gue pribadi terlepas dari baca, nulis, dan psikologi itu ada di olahraga, yang bakat nya tentu mulai dari futsal, bela diri, dan banyak lagi olahraga yang disukai. Tapi gue ga mau tuh masuk jurusan olahraga, apa lagi jadi guru olahraga. Jadi kalian juga harus mikirin prospek kerja atau akhir dan resiko dari segala sesuatu yang kalian pilih itu. Kalo kurang tertarik lebih baik tidak usah ya, ga mesti dari minat bakat itu tuh.
Ya, sama aja kalo suka psikologi ga mesti jadi psikolog, kalo suka kesehatan ga mesti jadi dokter, kalo suka diet ga mesti jadi ahli gizi, kalo suka gambar ga mesti jadi arsitek. Inget.. Kalian harus bisa milih mana yang kalian butuhkan atau yang kalian inginkan. Jangan sampai hati dan pikiran kita buta gara - gara tertutup ego yang bergejolak itu.
Cukup deh sebuah kisah klasik ini dari aku,
Have a nice day!
Jadi tetep mau ikutin kata hati apa kata ortu nis lis
BalasHapusIkutin yang terbaik menurut Allah sama ortu deh kak hehe to the point banget yaa
Hapus