Siapa orang yang tidak mau masuk surga? Apakah ada? Pasti semua orang pengen dong. Orang – orang banyak melakukan berbagai cara agar dapat kesana. Tentu saja itu tidak mudah.
Kita bisa ibaratkan kamu mau masuk UI (Universitas Indonesia), bagus bin keren kan tempat kuliahnya? Banyak orang yang mau masuk sana, saingannya juga se-Indonesia. Tidak mudah dan juga harus menyiapkan kesiapan kita jika ingin masuk kesana. Mulai dari SNMPTN yang melalui nilai raport kita minimal 95,0. Amazing zing zing.
Lalu ada SBMPTN, yaitu test tulis serentak se-Indonesia. Jika kamu belum beruntung kamu bisa ikut SIMAK UI (Seleksi Masuk UI). Sangat beragam ujiannya ya, tergantung kesiapan dan modal yang kita punya untuk masuk ke sana. Belum juga harus milih prodi dan jurusan. Jurusan yang paling tinggi nilai nya yang auto paling susah itu Fakultas Kedokteran, paling susah se-Indonesia.
Dari Abu Hurairah R.A.
Rasul S.A.W. Bersabda: Orang yang bankrut nanti di hari kiamat itu ialah yang datang (kepada Allah) dengan membawa pahala shalat, zakat, akan tetapi (di dunia) ia telah mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain tidak haq, menumpahkan darah yang lain, memukul orang lain. Maka kebaikannya diambil dan diberikan kepada korban-korbannya. Sampai jika kebaikannya habis dan tanggungannya belum selesai, kesalahan (dosa) yang ada pada orang-orang (korban) tersebut diambil dan ditimpahkan kepadanya. Kemudian ia dilempar ke neraka. (HR. Muslim)
Kalian penah mendengar kisah tentang Uwais Al-Qarni? Beliau adalah manusia seperti kita yang Rasulullah sebut sebagai penghuni langit.
Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.
Kita bisa ibaratkan kamu mau masuk UI (Universitas Indonesia), bagus bin keren kan tempat kuliahnya? Banyak orang yang mau masuk sana, saingannya juga se-Indonesia. Tidak mudah dan juga harus menyiapkan kesiapan kita jika ingin masuk kesana. Mulai dari SNMPTN yang melalui nilai raport kita minimal 95,0. Amazing zing zing.
Lalu ada SBMPTN, yaitu test tulis serentak se-Indonesia. Jika kamu belum beruntung kamu bisa ikut SIMAK UI (Seleksi Masuk UI). Sangat beragam ujiannya ya, tergantung kesiapan dan modal yang kita punya untuk masuk ke sana. Belum juga harus milih prodi dan jurusan. Jurusan yang paling tinggi nilai nya yang auto paling susah itu Fakultas Kedokteran, paling susah se-Indonesia.
Itu tuh gambaran perjalanan ke surga kurang lebih seperti itu, banyak ujiannya, tes nya beragam, penempatannya juga. Surga tertinggi itu firdaus, lalu ada ‘adn, na’im, ma’wa, dan seterusnya. Ya, kita akan masuk ke surga sesuai dengan amalan yang kita punya. Surga firdaus di ibaratkan FK UI, dibawahnya ada lagi ada lagi. Tergantung dengan bekal atau nilai yang kita punya.
Susah dong masuk surga? Harus punya amal pahala yang banyak? Saingannya juga banyak. Jangan salah. Kalau SBMPTN, kita bersaing dengan orang – orang se-Indonesia untuk memperebutkan kursi. Di surga malah kita bersaing dengan triliunan manusia dari zaman megalitikum, poliolitikum atau zaman mesozoikum, zaman Nabi Adam hingga Rasulullah, bahkan zaman sesudah kita wafat.
Dari Abu Hurairah R.A.
Rasul S.A.W. Bersabda: Orang yang bankrut nanti di hari kiamat itu ialah yang datang (kepada Allah) dengan membawa pahala shalat, zakat, akan tetapi (di dunia) ia telah mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain tidak haq, menumpahkan darah yang lain, memukul orang lain. Maka kebaikannya diambil dan diberikan kepada korban-korbannya. Sampai jika kebaikannya habis dan tanggungannya belum selesai, kesalahan (dosa) yang ada pada orang-orang (korban) tersebut diambil dan ditimpahkan kepadanya. Kemudian ia dilempar ke neraka. (HR. Muslim)
Kata Ustadz Nur Maulana yang jamaah eee jamaah Alhamdulillah, itu kita tidak akan masuk surga karena pahala kita ada banyak. Lah kenapa? Nanti golongan yang mati muda protes dong sama Allah ngga adil, karena golongan yang mati tua akan lebih membawa bekal yang banyak dari pada yang mati muda.
Lalu dengan apa kita akan masuk surga? Dengan ridho Allah Subhanahu wa ta’ala. Kalian sadar ngga sih atau bahkan suka lupa kalau ridho Allah itu ridho Ibu. Nah, ini yang aku mau ulas sekarang. Ibu itu ibarat porosnya sebuah planet, jika tidak memiliki jalur nya, pergerakan planet akan tidak beraturan, revolusi akan kacau, berputar – putar tidak memiliki arah.
Kalian penah mendengar kisah tentang Uwais Al-Qarni? Beliau adalah manusia seperti kita yang Rasulullah sebut sebagai penghuni langit.
Pemuda bernama Uwais Al-Qarni tinggal di Yaman yang menderita penyakit sopak, tubuhnya belang – belang. Namun, ia adalah pemuda yang sholeh dan sangat berbakti kepada Ibunya yang tua dan lumpuh. Ia selalu merawat dan memenuhi semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.
“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji,” seru Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus nan panas. Masyarakat biasanya menggunakan unta sambil membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangatlah miskin dan tidak memiliki kendaraan.
Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Olala, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. “Uwais gila.. Uwais gila…” kata orang-orang. Yah, kelakuan Uwais memang sungguh aneh.
Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.
Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.
Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Maasyaa Allah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.
Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa. “Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais. “Bagaimana dengan dosamu?” tanya Ibunya heran. Uwais menjawab, “Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga.”
Maasyaa Allah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuk? itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah untuk mengenali Uwais.
Beliau berdua sengaja mencari Uwais di sekitar Ka’bah karena Rasullah berpesan “Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua.”
Nabi Muhammad pernah memandang kepada Ali RA dan Umar RA seraya berkata, “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”
“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tentu saja ada 1001 lebih cara agar kita dapat masuk surga, dengan selalu mengerjakan sunnah, pergi berjihad di jalan Allah, berdakwah keseluruh penjuru negeri, dan lain – lain. Tapi ada hal yang sangat – sangat dekat, kadang suka kita lupa kan, yaitu berbakti kepada orang tua, terlebih Ibu. Ini sangat memalukan terlebih menusuk ke hati aku begitu dalam, menjadi pengingat diri sendiri dan kawan – kawan agar selalu mendengarkan perkataan Ibu kita yang in syaa Allah itu yang terbaik. Selalu berbuat baik kepada Ibu kita, turuti keinginan beliau selagi kita masih memiliki umur untuk membahagiakannya.
Akhir kata, aku bukan anak yang baik, bukan anak yang besar sama seperti keinginan Ibu ku, namun aku sadar, ridho Ibu itu ridho Allah. Maka kejarlah surga terdekat yang ternyata ada di sekitar kita.

Aku mau tanya dong, aku mau tanya.. maksud dari hadits yang bilang "...membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya..." itu gimana? Aku suka bertanya dan bicara, terlalu sering malah, lalu apa Allah benci aku?
BalasHapusMakasii